Selasa, 16 Oktober 2012

Memahami Bahaya Pemakaian Plastik Hitam


          Kantong plastik atau masyarakat biasa menyebutnya dengan  ‘kantong kresek‘, sudah tak asing lagi dipenglihatan kita sehari-hari. Hampir semua barang-barang disekeliling kita menggunakan bahan bernama plastik ini sebagai pembungkus. Kelebihan dari plastic diantaranya yaitu murah, ringan, tidak mudah hancur/pecah, saat ini juga banyak plastik dengan motif-motif yang indah dan unik dikarenakan bahan ini mudah bercampur dengan aneka bahan pewarna. Semua kelebihan ini tentu saja membuat bahan plastik lebih praktis ketimbang bahan tradisional lainnya yang memerlukan perawatan khusus.

            Namun dibalik sifatnya yang praktis, kantong plastik berbahaya karna dapat mengontaminasi makanan didalamnya. Sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab akan hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia, telah mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya kantong plastik. Berdasarkan penelitian yang mereka lakukan, Kantong plastik terutama yang berwarna hitam, mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat memicu penyakit Kanker. Selain itu dalam proses daur ulang, produsen tidak mau memperhatikan apakah plastik ini berasal dari limbah pabrik, rumah tangga, kotoran hewan dan manusia, sisa pestisida atau dari limbah logam berat. Penelitian ini dilakukan langsung di tempat daur ulang, yang ternyata tidak melalui proses sterilisasi. Sampah plastik dicincang-cincang lalu dicuci dengan sedikit sabun agar tidak berbau. Kemudian ditambah zat-zat kimia.

            Pengaruh bahaya plastik secara kimiawi diakibatkan pada proses daur ulang yang dapat dilakukan berkali-kali, hal ini karna sifat bahan plastik yang akan terurai setelah beribu tahun kemudian. Berikut urutan proses daur ulang kantong plastik :

  • Pengumpulan sampah di TPA ;
  • Penyortiran plastik yang layak untuk didaur ulang, pada proses ini penyortir tidak memperhatikan dari mana plastik berasal ;
  • Pencucian dengan bahan seadanya tidak sampai steril ;
  • Penggilingan hingga menjadi butiran kecil plastik ;
  • Pemberian zat warna aditif guna memberi warna pada plastik ;
  • Pemberian zat anti fogging agar dapat tahan terhadap sinar ultraviolet ;
  • Pemberian zat anti slip agar plastik bersifat transparan ;
  • Pemanasan untuk menyatukan butiran plastik ;
  • Pencetakan menjadi berbagai bentuk dan ukuran.

            Saat ini berbagai sosialisasi telah dilakukan mengingat bahan plastik yang bersifat Karsinogen yaitu zat-zat yang menyebabkan kanker, dengan mengubah DNA dalam sel-sel dan hal ini tentunya akan mengganggu proses-proses biologis dalam tubuh. Memang kita tidak akan langsung merasakan dampak dari penggunaan kantong plastic, Tapi hal ini akan muncul saat 20 – 30 tahun kemudian tanpa kita sadari.


Sumber :
  1. http://health.kompas.com/read/2008/10/23/14512748/Bahaya.Mengintip.di.Balik.Pemakaian.Plastik
  2. http://asalasah.blogspot.com/2012/05/bahaya-kimia-dari-kantong-plastik-hitam.html
  3. http://letter03.blogspot.com/2009/11/pengaruh-kantong-plastik-secara-kimiawi.html
  4. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/kantong-plastik-hitam-bahaya-untuk-bungkus-makanan/
  5. http://id.wikipedia.org/wiki/Karsinogen
  6. http://www.dinkes-dki.go.id/






Tidak ada komentar:

Posting Komentar