Rabu, 23 Oktober 2013

Mengenal Pemanfaatan Tenaga Angin sebagai Sumber Energi

Perkembangan zaman telah mendorong manusia untuk menciptakan pembaharuan terutama dalam bidang Industri, yaitu dengan menciptakan teknologi-teknologi yang efektif dan efisien dari segi waktu dan biaya, serta ramah lingkungan.

Gagasan mengenai pemanfaatna sumber energi Angin sudah diterapkan sejak zaman purbakala lalu, yaitu sebagai tenaga untuk menjalankan kapal ketika berlayar sampai saat ini tentunya dengan teknologi yang lebih kompleks.

Berikut beberapa sejarah perkembangan pemanfaatan sumber energi angin :
  1. Zaman Purbakala digunakan untuk berlayar, menggiling butir gandum dan memompa air
  2. Zaman Babylonia Kuno, oleh Kaisan Hammurabi digunakan untuk mengembangkan pembangunan irigasiBabylonia pada abad 17 SM.
  3. Di Arthasastra, India, pemanfaatan angin digunakan pada alat untuk mengangkat air.
  4. Di Persia pada 200 SM, digunakan pada alat penggiling biji gandum.
  5. Di Eropa mulai berkembang pada abad ke-13, pada Grinding Mills Biji Gandum. Dikenal dengan nama “Tjasker dan Smock mills “ alat ini dirancang oleh designer Belanda bernama Jan Adrienzoon.
  6. Pada pertengahan tahun 1800, diciptakan wind mill pemompa air, pada masanya alat ini disebut sebagai penerapan energi angina yang paling sukses. 
Pemanfaatan tenaga angin sebagai sebagai sumber listrik.
Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi listrik digunakan dengan sebuah generator listrik, alat ini berfungsi untuk mengumpulkan energi dari angin. Proses pemanfaatan ini yaitu dengan mengubah rotasi dari pisau turbin menjadi arus listrik. Alat ini berfungsi untuk mengumpulkan energi dari angin. Proses pemanfaatan ini yaitu dengan mengubah rotasi dari pisau turbin menjadi arus listrik.

Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi listrik digunakan dengan sebuah generator listrik, alat ini berfungsi untuk mengumpulkan energi dari angin. Proses pemanfaatan ini yaitu dengan mengubah rotasi dari pisau turbin menjadi arus listrik.

Selanjutnya, Pada alat ini terdapat kincir angin yang berfungsi untuk memutar peralatan mekanik agar dapat melakukan kerja fisik seperti menggiling atau memompa air.

Pada tahun 2005, kapasitas generator dalam mengumpulkan energi hanya 58.982 MWatt, angka ini masih kurang dari 1% penggunaan listrik di dunia. Untuk mengatasi kekurangan ini, maka akan dibangun ribuan turbin angin dengan total kapasitas 58.982 MWatt yang tersebar di wilayah AS, Eropa dan wilayah lainnya dengan penghasilan kapasitas listrik 90% dari instalasi tenaga angina yang berada diwilayah tersebut. Pada tahun 2010, Asosiasi Tenaga Angin Dunia mengharapkan 120.000 MWatt akan terpasang di dunia.

Selanjutnya 1970an Denmark menjadi menjadi penghasil terbesar sumber tenaga angin diantara Jerman , US, India dan Spanyol dengan presentase 20% listrik yang dihasilkan dari turbin anginnya. Pada tahun 2005, kali ini Jerman yang berhasil menjadi produsen terbesar tenaga angina yaitu denga 32% kapasitas energi yang dihasilkan. targetnya pada 2010, energi terbarui akan memenuhi 12,5% kebutuhan listrik Jerman

Kelebihan dan kekurangan dari pemanfaatan Angin sebagai sumber energi


Keuntungan dari pemanfaatan energi angina adalah angin adalah sumber energi yang bersih dan tidak mencemari lingkungan. Dari segi ekonomi, energi angin termasuk energi yang paling murah dariberbagai jenis energi terbarukan lainnya. Dengan menggunakan energi angin, maka bumi kita tidak akan kehabisan sumber energi, seperti energi yang kita dapat dari bahan bakar fosil.

Selanjutnya, mengenai kekurangan energi angin yaitu tidak semua daerah dibumi mempunyai ketersediaan angin yang cukup. Selanjutnya mengenai biaya untuk instalasi angin yang relative masih tinggi dan bila kita ingin memanfaatkan angina sebagai sumber listrik, maka harus dibangun turbin-turbin angina untuk menghasilkan tenaga angina tersebut, pembangunan turbin ini terkadang menjadi masalah karna akan menggagu populasi burung bila tidak direncanakan dengan hati-hati. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar