Kamis, 30 Mei 2013

Polusi udara di kota-kota besar

Sejak tahun 1974, World Health Organization (WHO) telah bekerja sama dengan Global Environment Monitoring System (GEMS) bagian udara yang mengoperasikan jaringan pengontrol udara diperkotaan. GEMS menjalankan jaringannya keseluruh dunia untuk mengontrol kualitas udara dan air, dibantu oleh WHO dan United Nation Environment Programme (UNEP)

Alasan utama dalam memilih kota-kota besar ini adalah, karena kota-kota ini:
  1. Mempunyai masalah pencemaran paling serius
  2. Mempunyai wilayah daratan yang luas dengan jumlah penduduk yang besar, dimana jumlah keseluruhan penduduk di 20 kota-kota ini tahun 1990 kira-kira mencapai 234 juta orang.
  3. Bakal banyak kota-kota lainnya yang sedang meningkat statusnya sebagai kota metropolitan, point terakhir ini merupakan hal yang penting. 
Dua hal yang sangat mempengaruhi panyebaran dan transportasi dari zat-zat pencemar udara, yakni iklim dan cuaca, serta letak topografi daerah yang dikaitkan dengan penyebaran penduduk

Sumber Polusi udara : 
  • SO2, NO, NO2, CO, O3, SPM, Pb, dll
  • Logam-logam berat pilihan (Berilium, Cadnium, Merkuri) , Sedikit zat-zat organik (Benzene, Polychlorodi benzo-dioxid, Furan,Formaldehide, Vinychloride, Polyaromatic hidrokarbon), Radionucleids seperti ; radon , dan Fibers ; Asbes .
Dampak : Gangguan fungsi paru-paru, dampak dari pengaruh berlubangnya lapisan ozon yang dapat mengiritasi mata akibat dari sinar UV, dan beberapa kasus yang telah diamati.

By Anggit & Rahman







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar