Kamis, 13 Desember 2012

JURNAL - Mengenai Bahan Berbahaya dan Beracun

Bahan berbahaya dan beracun atau yang biasa di sebut dengan singakata B3, adalah limbah dari bahan kimia yang tidak melalui proses yang spesifik.

Karakteristik Limbah  yaitu mudah meledak, mudah terbakar, mudah korosi, limbah pengoksidasi, dapat menyebabkan infeksi, mengandung bahan-bahan yang beracun. 

Peraturan Negara mengenai penanganan Limbah B3  : 
  • UU No. 23 Tahun 1977.
  • Keputusan Presiden No. 61 Tahun 1993
  • Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999
  • Peraturan Pemerintah No. 85 Tahun 1999
  • Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2001
By, Lir Raharjo

JURNAL - Analisi Kadar Klorida, pH dan Kesadahn Total pada Air Sumur Bor di Pesisir Balikpapan akibat Intrusi Air Laut.

Jurnal PEnelitian yang ditulis oleh :
Soerja Koesnarpadi dan Dewi Muchayanah ,

Dan disusun kembali oleh :
RIA JULIANITA (41612110018)

Pendahuluan
Kadar klorida yang tinggi misalnya pada air laut, yang diikuti oleh kadar kalsium dan magnesium yang juga tinggi mengakibatkan terjadinya perkaratan peralatan yang terbuat dari logam. Kadar klorida 250mg/L dapat mengakibatkan air laut menjadi asin. Kadar klorida air laut mencapai sekitar 19.300 mg/L. Perairan yang diperlukan untuk kebutuhan domestik termasuk air minum adalah 100mg/L.

Kesadahan adalah sifat air yang disebabkan olah ion-ion bervalensi 2, yang mampu bereaksi dengan sabun membentuk endapan atau karatpada peralatan logam. Selain itu, pH yang lebih kecil dari 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan menyebabkan korosi pada pipa-pipa air dan dan dapat menyebabkanbeberapa senyawa kimia berubah menjadi racun sehingga mengganggu kesehatan.

Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh intrusi air laut pada air sumur bor di pesisir selatan denganmenentukan kadar klorida, pH dan kesadahan totalnya. serta mengecek apakah masih memenuhi persyaratan kesehatan sesuai dengan Kep. MenKes RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan kualitas air minum.


Metode Penelitian
Alat Penelitian : alat-alat gelas, Neraca, pH meter, Desikator, Hor plate, kertas saring
berukuran pori 0,42 nanameter.

Prosedur Kerja
  1. Pengambilan sampel air. (sampel 1 = ± 500m , dst )
  2. Analisis klorida, disaring 100mL sampel uji secara duplo dengan saringan membran berpori 0,42 nanameter. Air saringan merupakan sampel uji dipipet 25 mL dalam elenmeyer 250mL dan ditambah 1 mL indikator K2CrO4 5% b/v. terakhir dititrasi dengan larutan AgNO3 0,01 M samapai terbentuk endapan merah bata.
  3. Analisis pH, dihidupkan alat, ditekan menu pH serta dimasukkan katodadalam wadah sampel kemudian dikalibrasi pada pH standar dan diukur sampelnya.
  4. Analisis kesadahan total, diambil sampel air 25mL dimasukkan dalam elenmeyer250 mL, ditambah 2 mL larutan penyangga pH 10 kemudian didiamkan 5 menit. Ditambah sampai 30 – 50 mgindikator EBTserta dititrasi denganlarutan baku Na2EDTA 0,99 M secara perlahan sampai perubahan warna merah keunguan menjadi biru.
Hasil dan Pembahasan
  • Data Tabel Kadar Klorida, Penelitian ini menggunakan Metode Argentometri. Sumur Bor 1 belum memenuhi syarat, kemungkinan karena permeabilitas disekitar sumur tinggi, sehingga dapat menyerap air laut dengan baik.
  • Data Tabel pH, Perbedaan nilai pH kemungkinan disebabkan oleh letak sumur yang dekat dengan
    limbah rumah tanggadari aktivitas penduduk setempat. Seperti yang ditetapkan
    MenKes RI, pH air normal adalah antara 6 – 8. 
  • Data Tabel Kesadahan Total, Pengujian ini menggunakan Metode Titrimetri. Pada sumur bor 1, kadar kesadahan totalnya melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan oleh syarat Menkes RI, hal ini kemungkinan disebabkan oleh air tanah banyak kontak dengan batuan kapur . Kesadahan perairan berasal dari kontak air dengan tanah dan batuan kapur.
Kesimpulan
Adanya pengaruh intrusi air laut pada sumur bor 1 dengan jarak ± 500m dari tepi laut pesisir Balikpapan dengan kadar klorida dan kesadahn total yang melebihi persyaratan. Sedangkan air sumur bor II, III, IV dan V yang berjarak ± 700m ± 800m ± 1000m ± 1250m, kadar klorida dan kesadahan total masih memenuhi syarat. Untuk pH semua sample air sumur masih belum memenuhi persyaratan.

Daya Dukung Lingkungan

Pengertian Daya Dukung LingkunganLingkungan secara alami memiliki kemampuan untuk memulihkan keadaannya, Sepanjang belum ada gangguan “paksa” maka apapun yang terjadi, lingkungan itu sendiri tetap bereaksi secara seimbang”. Daya dukung lingkungan adalah suatu cara yang telah ditetapkan untuk mengetahui kemampuan lingkungan menetralisasi parameter pencemar dalam rangka pemulihan kondisi lingkungan seperti semula setelah adanya pencamaran.

Contoh dalam keseharian :
Dengan buangan air ke suatu sungai mngakibatkan peternakan ikan mas menjadi tidak baik pertumbuhannya. Tapi malah cukup baik untuk peternakan ikan lele dan ikan gabus.

Pada kondisi di atas, Berarti daya dukung lingkungan untuk kondisi kehidupan ikan emas berbeda dengan daya dukung lingkungan untuk kondisi kehidupan ikan lelel dan ikan gabus, Kenapa demikian, tidak lain karena parameter yang terdapat dalam air tidak dapat dinetralisasi lingkungan untuk kehidupan ikan emas.

Komponen Daya Dukung Lingkungan :
  1. Kapasitas penyediaan (supportive capacity) 
  2. Kapasitas tampung limbah (assimilative capacity
Pendekatan dalam penentuan Daya Dukung Lingkungan :
  • Kemampuan lahan untuk alokasi pemanfaatan ruang.
  • Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan lahan.
  • Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air.
Daya Dukung Lingkungan sebagai acuan penyusunan rencana tata ruang wilayah. 
Agar pemanfaatan ruang di suatu wilayah sesuai dengan kapasitas lingkungan hidup dan sumber daya,
alokasi pemanfaatan ruang harus mengindahkan kemampuan lahan.
Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan akan lahan dan air di suatu wilayah menentukan keadaan surplus atau defisit dari lahan dan air untuk mendukung kegiatan pemanfaatan ruang.
*

UU RI NO.23 tahun 1997 Pasal 1 Ayat 6 tentang pengelolaan Lingkungan Hidup
Peraturan ini menjelaskan bahwa Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Konsep tentang daya dukung sebenarnya berasal dari pengelolaan hewan ternak dan satwa liar. Daya dukung itu menunjukkan kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan hewan yang dinyatakan dalam jumlah ekorpersatuan luas lahan.

Rabu, 12 Desember 2012

Jenis Limbah Industri

Berdasarkan materinya, limbah dibagi menjadi : 
Unsur Kimia
Contoh : Timbal ( Pb ), Arsen ( As ) dan Air Raksa ( Hg )
—Senyawa Kimia
Contoh : Asam Sulfida (H2S) Karbondioksida ( CO2 )
—Materi Gabungan Bahan
Contoh : Sampah rumah tangga dan limbah pabrik


Berdasarkan materi penyusunnya, Limbah materi gabungan dibedakan menjadi :

Sampah organik :
  1. Sampah anorganik 
  2. Sampah khusus 
Yaitu sampah yang tersusun oleh bahan berbahaya B3 bahan beracun, dan radio aktif yang memerlukan
penanganan khusus untuk menghindari bahaya yang akan ditimbulkan. Yang termasuk sampah khusus
adalah sisa nuklir, batu baterai yang sudah tidak dipakai).

Berdasarkan wujudnya, limbah dibagi menjadi :

Limbah Padat
contoh : kaca, plastik, sisa logam
—Limbah Cair
contoh : air raksa, minyak, pestisida
—Limbah Gas
contoh ; gas dinitrogen monoksida ( N2O ) dan gas metan ( CH4 )

Limbah berdasarkan Nilai Ekonominya 

Limbah Ekonomis :
limbah dengan proses lanjut akan memberikan nilai tambah. Misalnya: tetesmerupakan limbah pabrik gula
Limbah Nonekonomis :
limbah yang diolah dalam proses bentuk apapun tidakakan memberikan nilai tambah, kecuali mempermudah sistem pembuangan. Limbah jenis ini yang sering menjadi persoalan pencemaran dan merusakkan lingkungan .

Aneka Manfaat Kangkung Air

Kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk) adalah jenis sayur-sayuran dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan sehari-hari oleh para Ibu. Karena tanaman ini memiliki nilai gizi yang tinggi.

Berikut uraian kandungan yang terdapat pada Kangkung Air :
Air, Energi berupa Protein dan Karbohidrat, Serat, Vitamin A, B,C, Asam amino, Kalsium, Fosfor, Karoten, dan Zat besi.
Kandungan gizi pada tanaman ini berbeda-beda, tergantung dari jenis, habitat dan fase serta umur.
Zat gizi ini berperan dalam penyediaan energi, proses pertumbuhan, perbaikan jaringan, pengaturan serta pemeliharaan proses fisiologis dan biokimiawi di dalam tubuh.

Beberapa manfaat dari Kangkung Air adalah :
Mengurangi Haid (Bagi Wanita), Mengobati Mimisan, Sakit kepala,  Sakit gigi, Gusi bengkak, Ambeien, Melancarkan air seni, Mengobati sembelit dan mual (Pada Ibu Hamil) dan dapat Menghilangkan rasa sakit apabila terserang gigitan Serangga (con: Lipan) .

By, Anggit Kurniawan

Manfaat kesehatan Semangka

Semangka (Citrullus lanatus) adalah buah yang memiliki ciri fisik kulitnya keras, berwarna hijau tua atau hijau muda, pada kulitnya terdapat larik-larik berwarna hijau tua, daging buahnya berwarna merah yang kaya akan kandungan air. Maka dari itu buah ini bermanfaat sebagai penghilang rasa haus.

Kandungan kimia pada buah ini adalah : Protein, Karbohidrat, Vitamin A, Vitamin C, Kalsium, Magnesium,
dan Fosfor. 

Manfaat yang terkandung dalam buah semangka antara lain :
Mencegah Stoke, Melindungi Jantung, Mencegah Penuaan Dini, Menurunkan Berat Badan, Membersihkan Ginjal, Mengobati Diabetes Tipe 2, Meningkatkan Kesehatan Mata, Mencegah Kanker, dan dapat pula Membangkitkan Libido Pria.

By, Soraya Dayanti Putri 

Berbagai manfaat Kecombrang

Kecombrang adalah tanaman sejenis jahe dan termasuk tumbuhan liar,

Kandungan Kimis dari buah ini adalah :senyawa alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid dan glikosida, dan terdapat pula kandungan Vitamin C.

Manfaat tumbuhan ini adalah :  
sebagai antimikroba dan antioksidan, terhadap radikal bebas.
Minyak honje dari buah ini bermanfaat untuk obat penyakit kulit seperti campak, digunakan sebagai sabun, dan berdasarkan penelitian minyak ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti minyak tanah.

By, Nuraini Merdekawati